Kamis, 09 Oktober 2014

Kenapa ada Gizi Buruk Di Indonesia


Penanganan gizi sangat terkait dengan strategi sebuah bangsa dalam menciptakan SDM yang sehat, cerdas dan produktif. Upaya kita dalam peningkatan SDM yang berkualitas dimulai dengan cara penanganan pertumbuhan anak – anak kita atau adik-adik kita sebagai bagian dari keluarga kita dengan asupan gizi dan perawatan yang baik. Dengan lingkungan yang sehat, maka hadirnya infeksi menular ataupun penyakit masyarakat lain nya dapat dihindari. Terdapat dua faktor yang terkait langsung dengan masalah gizi khususnya gizi buruk atau kurang gizi, yaitu intake zat gizi yang bersumber dari makanan dan infeksi penyakit kedua, faktor yang saling mempengaruhi tersebut terkait dengan berbagai faktor. Penyebab tidak langsung yaitu ketahanan dan keamanan pangan, perilaku gizi, kesehatan badan dan sanitasi lingkungan.


Ketahanan pangan merupakan salah satu isu utama dalam upaya peningkatan status gizi masyarakat yang paling erat kaitannya dengan pembangunan lingkungan. Sementara ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga, akan ditentukan oleh daya beli masyarakat terhadap pangan, ketahanan pangan dalam pembangunan pertanian menuntut kemampuan masyarakat dalam menyediakan kebutuhan pangan yang diperlukan.
Masalah gizi buruk sebenarnya bukan hanya disebabkan oleh factor kemiskinan semata. Karena faktanya masih banyak orang hidup berkecukupan, tetapi anak-anak mereka mengalami gizi buruk. Masalah gizo buruk sebenarya berpangkal dari lemahnya kesadaran dan minimnya pengetahuan masyarakat, khususnya kaum ibu terhadap kebutuhan gizi untuk balita mereka. Maka untuk mengatasi gizi buruk di kalangan balita, pemeritah peru kembali menggalakkan program posyandu untuk memberikan penyuluhan kesehatan terhadap kaum ibu supaya lebih cermat dan hati-hati dalam mengasuh dan membesarkan anaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar