Penanganan gizi
sangat terkait dengan strategi sebuah bangsa dalam menciptakan SDM yang sehat,
cerdas dan produktif. Upaya kita dalam peningkatan SDM yang berkualitas dimulai
dengan cara penanganan pertumbuhan anak – anak kita atau adik-adik kita sebagai
bagian dari keluarga kita dengan asupan gizi dan perawatan yang baik. Dengan
lingkungan yang sehat, maka hadirnya infeksi menular ataupun penyakit
masyarakat lain nya dapat dihindari. Terdapat dua faktor yang
terkait langsung dengan masalah gizi khususnya gizi buruk atau kurang gizi,
yaitu intake zat gizi yang bersumber dari makanan dan infeksi penyakit kedua,
faktor yang saling mempengaruhi tersebut terkait dengan berbagai faktor.
Penyebab tidak langsung yaitu ketahanan dan keamanan pangan, perilaku gizi, kesehatan
badan dan sanitasi lingkungan.
Ketahanan pangan merupakan salah satu isu utama dalam upaya
peningkatan status gizi masyarakat yang paling erat kaitannya dengan
pembangunan lingkungan. Sementara ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga,
akan ditentukan oleh daya beli masyarakat terhadap pangan, ketahanan pangan
dalam pembangunan pertanian menuntut kemampuan masyarakat dalam menyediakan
kebutuhan pangan yang diperlukan.
Masalah gizi buruk sebenarnya bukan hanya disebabkan oleh factor kemiskinan
semata. Karena faktanya masih banyak orang hidup berkecukupan, tetapi anak-anak
mereka mengalami gizi buruk. Masalah gizo buruk sebenarya berpangkal dari
lemahnya kesadaran dan minimnya pengetahuan masyarakat, khususnya kaum ibu
terhadap kebutuhan gizi untuk balita mereka. Maka untuk mengatasi gizi buruk di
kalangan balita, pemeritah peru kembali menggalakkan program posyandu untuk
memberikan penyuluhan kesehatan terhadap kaum ibu supaya lebih cermat dan
hati-hati dalam mengasuh dan membesarkan anaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar